Marketplace menawarkan keramaian, sedangkan website sendiri memberi kendali. Keduanya punya kelebihan, dan pilihan terbaik bergantung pada tahap usaha Anda. Artikel ini membandingkan keduanya dari sisi yang paling berpengaruh pada penjualan.

Perbedaan utama

AspekMarketplaceWebsite sendiri
Sumber pembeliPengunjung marketplaceAnda yang mendatangkan
PersainganProduk pesaing tampil berdampinganHanya produk Anda
MerekMengikuti tampilan platformLogo, warna, dan domain sendiri
Data pelangganTerbatasTercatat di toko Anda
AturanMengikuti kebijakan platformAnda atur sendiri

Kelebihan berjualan di marketplace

Keunggulan terbesar marketplace adalah pembeli yang sudah ada dan sudah berniat belanja. Sistem pembayaran dan pengiriman juga sudah mapan, sehingga cocok untuk menguji apakah sebuah produk diminati. Namun, pembeli lebih mudah membandingkan harga, dan pelanggan cenderung mengingat nama marketplace daripada nama toko Anda.

Kelebihan punya website toko online sendiri

Website sendiri adalah aset yang Anda kendalikan. Pengunjung hanya melihat produk Anda, tanpa rekomendasi pesaing di sebelahnya. Anda juga bebas menentukan promosi, memasang domain sendiri, serta mengukur iklan dengan Google Analytics dan Meta Pixel.

Kekurangannya, pengunjung tidak datang dengan sendirinya. Anda perlu membangun lalu lintas lewat media sosial, pelanggan lama, dan SEO.

Kapan memilih yang mana

  • Baru menguji produk: marketplace bisa memberi umpan balik lebih cepat.
  • Sudah punya pengikut atau pelanggan tetap: arahkan mereka ke website sendiri.
  • Ingin membangun merek: website sendiri memberi ruang lebih luas.
  • Sering beriklan: website sendiri memudahkan pengukuran hasil iklan.

Strategi terbaik: pakai keduanya

Banyak penjual memakai marketplace untuk menjangkau pembeli baru, lalu website sendiri untuk pembelian ulang. Caranya sederhana: selipkan kartu kecil di dalam paket berisi alamat toko dan kode voucher khusus. Pelanggan yang puas punya alasan untuk kembali langsung ke toko Anda.

Website yang terasa seperti marketplace

Salah satu alasan penjual ragu membuat website adalah takut pembeli bingung. PageSpace mengatasinya dengan desain bergaya marketplace: pencarian dengan filter, kategori, ulasan, wishlist, keranjang, dan navigasi bawah seperti aplikasi di HP. Pembeli tidak perlu belajar cara memesan, sedangkan seluruh toko tetap memakai identitas Anda.

Hitung biaya yang sebenarnya

Saat membandingkan, jangan hanya melihat satu jenis biaya. Di marketplace, perhitungkan biaya layanan dan promosi yang berlaku bagi toko Anda. Di website sendiri, perhitungkan biaya paket, domain, pembayaran online, dan upaya mendatangkan pengunjung. Bandingkan keuntungan bersih per pesanan, bukan harga jual, karena angka itulah yang benar-benar masuk ke usaha Anda.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah website toko online masih dibutuhkan bila sudah berjualan di marketplace?

Masih berguna, terutama untuk pelanggan yang ingin membeli lagi. Website memberi Anda alamat sendiri, data pelanggan, dan ruang untuk membangun merek. Marketplace tetap bisa dipakai untuk menjangkau pembeli baru, sedangkan website menjadi tempat pelanggan setia kembali.

Bagaimana cara membawa pelanggan marketplace ke website sendiri?

Cara yang paling wajar adalah memberikan pengalaman yang baik lebih dulu, lalu menyertakan informasi toko pada kemasan bila kebijakan marketplace mengizinkannya. Periksa aturan marketplace yang Anda gunakan sebelum menjalankan cara ini. Anda juga bisa mengundang pengikut media sosial untuk langsung membeli di website.

Apakah website sendiri membutuhkan biaya iklan?

Tidak selalu. Pelanggan lama, media sosial, WhatsApp, dan SEO bisa mendatangkan pengunjung tanpa iklan berbayar. Iklan membantu mempercepat, tetapi sebaiknya dimulai setelah halaman produk Anda rapi dan siap menerima pesanan.

Kesimpulan

Marketplace membantu Anda ditemukan, website sendiri membantu Anda diingat. Bila Anda belum punya website, Anda bisa membuat toko sekarang dan mulai mengarahkan pelanggan tetap ke sana.